You need to enable javaScript to run this app.

Antusias Hari Kedua! Siswa SMAN 3 Pandeglang Kembali Lanjutkan Observasi di TNUK

  • Rabu, 20 Mei 2026
  • Dokumentasi
  • Administrator
  • 0 komentar
Antusias Hari Kedua! Siswa SMAN 3 Pandeglang Kembali Lanjutkan Observasi di TNUK

Selasa, 19 Mei 2026

Kegiatan observasi lingkungan konservasi SMAN 3 Pandeglang di Taman Nasional Ujung Kulon kembali dilaksanakan pada Selasa, 19 Mei 2026. Kali ini peserta berasal dari kelas X E, X F, X G, dan X H dengan jumlah sekitar 140 siswa.

Sejak pagi suasana sekolah sudah kembali ramai. Banyak siswa terlihat membawa bekal makanan, topi, hingga perlengkapan pribadi untuk perjalanan jauh menuju kawasan konservasi.

Sebelum keberangkatan, guru pendamping kembali mengingatkan pentingnya menjaga sikap dan kebersihan selama berada di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.

Perjalanan menuju lokasi berlangsung cukup menyenangkan. Banyak siswa terlihat lebih santai dibanding rombongan hari pertama karena sebelumnya mereka sudah mendengar cerita dari teman-temannya.

Sesampainya di aula kantor SPTN Wilayah II TNUK, siswa kembali mendapatkan materi mengenai konservasi, sejarah kawasan Ujung Kulon, serta perlindungan Badak Jawa.

Bapak Herry Trisna kembali membuat suasana aula lebih hidup melalui ice breaking dan candaan ringan. Tidak sedikit siswa yang awalnya terlihat lelah akhirnya kembali fokus dan tertawa bersama saat sesi berlangsung.

Selain mendengarkan materi, siswa juga aktif bertanya mengenai kehidupan satwa liar, ancaman terhadap habitat badak, hingga cara menjaga kawasan konservasi.

Bapak Dodit selaku guru pendamping hari kedua menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk pengalaman belajar siswa.

“Kalau biasanya lihat hutan di internet atau buku, sekarang mereka lihat langsung. Jadi pengalaman belajarnya beda,” ujarnya sambil tersenyum.

Setelah istirahat dan makan siang, kegiatan kembali dilanjutkan menuju Pos Cilintang dan Kuta Karang.

Di Pos Cilintang, siswa belajar mengenal berbagai tumbuhan pakan badak dan proses pembibitannya. Banyak siswa terlihat serius memperhatikan penjelasan pemandu sambil sesekali mencatat informasi penting.

“Belajar langsung di alam ternyata lebih gampang dipahami dibanding cuma baca buku,” ujar Nabila dari kelas X F.

Sementara itu, kelompok yang menuju Kuta Karang kembali diajak menyusuri jalur hutan. Meski tidak bertemu lutung seperti rombongan hari pertama, siswa tetap terlihat antusias menikmati suasana hutan yang masih alami.

Di kawasan muara, siswa diperkenalkan dengan berbagai ekosistem pesisir seperti tanaman bakau, kerang, hingga kehidupan satwa liar di sekitar sungai dan pantai. Namun pada hari kedua juga belum ditemukan bekas lintasan buaya secara langsung.

Saat berada di pantai kawasan konservasi, suasana semakin santai. Banyak siswa duduk menikmati angin pantai sambil berbincang bersama teman-temannya.

“Pantainya bagus banget, masih alami dan bersih. Baru pertama kali saya lihat kawasan konservasi seperti ini,” ujar salah satu siswa kelas X H.

Kegiatan hari kedua berjalan lancar dan penuh semangat. Selain mendapatkan materi pembelajaran lintas mata pelajaran, siswa juga belajar menghargai alam secara langsung melalui pengalaman di lapangan.


 bapak supirnya juga lagi santai

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Aan Qonaah S.Pd,.M.Pd

- Kepala Sekolah -

...

Tautan
Banner