Hari Terakhir Kegiatan Observasi ke Taman Nasional Ujung Kulon
- Kamis, 21 Mei 2026
- Dokumentasi
- Administrator
- 0 komentar
Rabu, 20 Mei 2026 menjadi hari terakhir kegiatan observasi pengenalan lingkungan konservasi Taman Nasional Ujung Kulon yang diikuti siswa kelas X I, X J, X K, dan X L SMAN 3 Pandeglang.
Sekitar 140 siswa mengikuti kegiatan hari terakhir dengan penuh semangat meskipun beberapa siswa terlihat masih mengantuk saat berkumpul di sekolah pagi hari.

Pada hari ketiga ini, Ibu Sri Rahmawati selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan juga ikut dalam kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang menghubungkan teori di kelas dengan pengalaman langsung di lapangan.
Perjalanan menuju Taman Nasional Ujung Kulon kembali dipenuhi suasana santai. Ada siswa yang sibuk bercanda di angkot, ada yang menikmati pemandangan sepanjang jalan, dan ada juga yang memilih tidur agar tenaganya tetap terjaga.
Sesampainya di aula kantor TNUK, siswa kembali mendapatkan materi mengenai konservasi hutan, sejarah kawasan Ujung Kulon, serta pentingnya menjaga habitat Badak Jawa.

Ketua pelaksana kegiatan, Bapak Wibowo, juga menyampaikan rasa syukur karena kegiatan yang telah dipersiapkan selama beberapa bulan akhirnya dapat berjalan dengan lancar.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan baik dari hari pertama sampai terakhir. Semoga pengalaman ini bisa jadi cerita dan pembelajaran yang tidak terlupakan,” ungkap beliau.

Selanjutnya ada Plt. Kepala SMAN 3 Pandeglang, Ibu Aan Qona’ah, turut hadir memberikan sambutan sebelum kegiatan di aula ini berakhir.
“Harapan kami, seluruh anak-anak yang ibu cintai semoga kalian tidak hanya mendapatkan nilai pembelajaran, tetapi juga belajar mencintai lingkungan dan memahami pentingnya menjaga alam untuk masa depan dan ucapan terima kasih kami kepada Balai Konservasi Ujung Kulon yang telah menemani kegiatan ini hingga hari terakhir" ujarnya.

Setelah sesi materi dan diskusi selesai, siswa kembali melanjutkan kegiatan menuju Pos Cilintang dan Kuta Karang.
Saat berada di Kuta Karang, banyak siswa kembali merasa penasaran dengan suasana lokasi yang dikelilingi batu karang besar.

Beberapa siswa mengaku merinding sekaligus kagum mendengar cerita asal-usul lokasi tersebut yang berkaitan dengan letusan Gunung Krakatau tahun 1883.
Di wilayah muara Cilintang, suasana rombongan sempat ramai ketika pemandu menunjukkan salah satu bekas lintasan buaya di seberang muara. Bekas tersebut terlihat dari permukaan tanah yang tampak halus seperti terseret sesuatu berukuran besar.
Menurut penjelasan pemandu, jejak tersebut diduga berasal dari buaya yang naik ke daratan pada malam atau pagi hari.
“Pas lihat bekas lintasan buaya tadi jadi campur aduk, antara takut sama penasaran,” ujar salah satu siswa kelas X K.

Temuan itu langsung menarik perhatian siswa karena pada hari pertama dan kedua bekas lintasan seperti ini belum terlihat.
Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan ekosistem pantai dan sungai, mulai dari tanaman bakau, kerang laut, hingga aktivitas warga sekitar yang mencari hasil laut di kawasan pesisir.
Saat menyusuri pantai, suasana menjadi lebih santai dan penuh kebersamaan. Banyak siswa memanfaatkan momen terakhir ini untuk berfoto bersama teman-teman dan guru pendamping.
“Kegiatan seperti ini jangan cuma sekali. Soalnya lebih seru dan lebih masuk materinya dibanding belajar biasa di kelas,” komentar salah satu siswi kelas X J.

Sepanjang kegiatan, para dewan guru terus mendampingi dan mengawasi siswa agar kegiatan berjalan aman dan tertib.
Menjelang sore, seluruh rangkaian kegiatan akhirnya selesai. Siswa dan guru berpamitan kepada pihak Balai Taman Nasional Ujung Kulon sebelum kembali pulang menuju Pandeglang.
Meski lelah setelah perjalanan panjang, banyak siswa mengaku senang karena mendapatkan pengalaman baru yang tidak bisa dirasakan setiap hari di sekolah.
“Capek sih, tapi banyak pengalaman baru yang bisa diceritain nanti,” ujar salah satu siswa sambil bercanda bersama teman-temannya sebelum perjalanan pulang.
Kegiatan observasi ini menjadi bukti bahwa belajar tidak selalu harus dilakukan di dalam kelas, tetapi juga dapat dilakukan langsung dari alam dan lingkungan sekitar.














Artikel Terkait
Belajar Langsung di Alam! Siswa SMAN 3 Pandeglang Ikuti Observasi Lingkungan di Taman Nasional Ujung Kulon
Selasa, 19 Mei 2026
Perpisahan yang Hangat di Bawah Langit Cerah : Pelepasan Kelas XII angkatan 42 tahun 2026
Rabu, 06 Mei 2026
USP 2026 Berbasis Digital di SMAN 3 Pandeglang : Ujian Akhir dari Awal Perjalanan Baru
Sabtu, 11 April 2026