You need to enable javaScript to run this app.

Jelang TKA Resmi, Siswa Kelas XII SMAN 3 Pandeglang Ikuti Simulasi

  • Rabu, 23 September 2026
  • Administrator
  • 0 komentar
Jelang TKA Resmi, Siswa Kelas XII SMAN 3 Pandeglang Ikuti Simulasi

Pandeglang, 23 September 2026 — Suasana berbeda terasa di SMAN 3 Pandeglang pada Rabu (23/9/2026). Siswa kelas XII mengikuti Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA/SMK 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Secara nasional, simulasi TKA SMA/SMK 2026 dilaksanakan pada 21 sampai 27 September 2026. Peserta dapat mengikuti simulasi di sekolah masing-masing sesuai dengan pengaturan sesi yang dilakukan oleh proktor. Bagi siswa, simulasi ini menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat sistem dan suasana TKA sebelum memasuki tahapan pelaksanaan yang sebenarnya.

SMAN 3 Pandeglang sendiri melaksanakan simulasi selama dua hari, yaitu Rabu, 23 September sampai Kamis, 24 September 2026. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dan dibagi menjadi dua gelombang. Para siswa mengikuti simulasi menggunakan perangkat yang telah disiapkan sekolah dan menjalankan setiap tahapan sesuai arahan yang diberikan.

TKA sendiri menjadi salah satu asesmen yang digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai capaian akademik siswa melalui tes yang terstandar. Bagi siswa, hasil dan pengalaman dari tahapan ini dapat menjadi bahan untuk melihat sejauh mana kesiapan mereka dalam menghadapi tes. Sementara bagi sekolah, kegiatan simulasi juga menjadi kesempatan untuk memastikan kesiapan teknis, mulai dari perangkat, jaringan, sistem, hingga kesiapan peserta.

Walaupun masih berstatus simulasi, suasana di ruang pelaksanaan terlihat cukup serius. Siswa harus fokus di depan layar masing-masing, sementara kamera pada perangkat turut digunakan dalam sistem pelaksanaan. Bagi sebagian siswa, keberadaan kamera yang menyoroti wajah membuat suasana terasa sedikit berbeda.

Ada yang awalnya masih sempat bercanda dengan teman, tetapi ketika simulasi dimulai suasana langsung berubah lebih tenang. Bahkan, beberapa siswa terlihat tersenyum malu ketika menyadari wajah mereka sedang berada di depan kamera. Ada juga yang berusaha tetap serius meskipun sesekali merasa canggung ketika melihat kamera di hadapannya.

Buat siswa kelas XII, pengalaman seperti ini cukup penting karena pelaksanaan TKA nantinya bukan hanya soal bisa atau tidaknya menjawab soal. Mereka juga perlu terbiasa dengan sistem, waktu pengerjaan, suasana ruangan, hingga hal-hal teknis yang mungkin sebelumnya belum pernah mereka rasakan.

Salah satu peserta kelas XII, Meysa, mengatakan bahwa dirinya mulai mempersiapkan diri dengan lebih banyak berlatih soal dan mengulang materi yang dirasa masih kurang.

“Sekarang sih lebih sering latihan soal sama review materi yang masih belum paham. Jujur tadi pas simulasi awalnya agak tegang, apalagi ada kamera. Sempat malu juga pas sadar wajah lagi disorot, tapi lama-lama biasa. Lumayan buat latihan biar nanti pas TKA asli nggak kaget,” ujar Meysa.

Hal serupa dirasakan Gaza, salah satu siswa kelas XII yang mengikuti simulasi. Menurutnya, simulasi membuat dirinya bisa mengetahui seperti apa kondisi yang akan dihadapi nanti.

“Persiapannya ya paling banyak latihan soal dan belajar lagi materi yang masih kurang. Tadi awalnya agak nervous, soalnya suasananya serius banget dan ada kamera juga. Tapi setelah mulai ngerjain, fokusnya jadi ke soal. Setidaknya sekarang sudah tahu gambaran sistemnya, jadi nanti nggak terlalu kaget,” kata Gaza.

Sementara itu, Yafid Mutaqin, Wakasek Kurikulum sekaligus koordinator kegiatan, menyampaikan bahwa simulasi TKA menjadi bagian penting untuk melihat kesiapan siswa sekaligus kesiapan sekolah sebelum masuk ke tahapan berikutnya.

“Simulasi ini penting untuk memberikan pengalaman kepada siswa mengenai pelaksanaan TKA, sekaligus memastikan dari sisi sekolah bahwa perangkat dan berbagai kebutuhan teknis sudah dapat berjalan dengan baik. Jadi bukan hanya siswa yang dipersiapkan, tetapi sekolah juga harus memastikan seluruh pendukung kegiatan siap,” jelas Yafid.

Menurutnya, secara teknis SMAN 3 Pandeglang telah menyiapkan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan simulasi. Meskipun masih terdapat beberapa perlengkapan yang perlu ditambahkan dan disempurnakan, secara keseluruhan kegiatan dapat berjalan dengan baik dan tidak ditemukan kendala yang berarti.

“Secara keseluruhan sudah siap. Memang masih ada beberapa hal yang perlu ditambahkan dan disempurnakan, tetapi selama simulasi tidak ada kendala yang berarti. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk persiapan tahap selanjutnya,” tambahnya.

Setelah simulasi, tahapan persiapan TKA masih akan berlanjut. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, Gladi Bersih TKA akan dilaksanakan pada 5 sampai 18 Oktober 2026. Setelah itu, siswa akan memasuki Pelaksanaan Utama TKA Gelombang I dan II pada 26 Oktober sampai 8 November 2026.

Simulasi ini menjadi salah satu langkah kecil bagi siswa kelas XII untuk mempersiapkan diri menghadapi TKA yang sebenarnya. Rasa tegang, gugup, bahkan malu ketika kamera menyoroti wajah menjadi bagian dari pengalaman yang nantinya akan membuat mereka lebih siap.

Karena setiap perjalanan menuju keberhasilan selalu dimulai dari sebuah langkah. Terus belajar, terus berusaha, dan jangan takut menghadapi tantangan. Melangkah pasti meraih prestasi.

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Aan Qonaah S.Pd,.M.Pd

- Kepala Sekolah -

...

Tautan
Banner